Pengembangan 10 Destinasi Wisata Diharap Dongkrak Indonesia ... - Warta 24 Sulawesi Tenggara
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Pengembangan 10 Destinasi Wisata Diharap Dongkrak Indonesia ...

Pengembangan 10 Destinasi Wisata Diharap Dongkrak Indonesia ...

Pengembangan 10 Destinasi Wisata Diharap Dongkrak Indonesia ke 30 Besar Diharapkan pada tahun 2019 bisa masuk dalam 30 besar indeks pariwisata international dan men…

Pengembangan 10 Destinasi Wisata Diharap Dongkrak Indonesia ...

Pengembangan 10 Destinasi Wisata Diharap Dongkrak Indonesia ke 30 Besar

Diharapkan pada tahun 2019 bisa masuk dalam 30 besar indeks pariwisata international dan menjadi penyumbang devisa terbesar.

Pengembangan 10 Destinasi Wisata Diharap Dongkrak Indonesia ke 30 BesarISTIMEWATugu nama di Gunung Bromo.

WARTA KOTA, JAKARTA- Pemerintah berencana melibatkan swasta untuk mengembangkan 10 destinasi wisata baru senilai 200 miliar dolar AS atau Rp270 triliun.

Diharapkan pada tahun 2019 bisa masuk dalam 30 besar indeks pariwisata international dan menjadi penyumbang devisa terbesar. “Indeks pariwisata Indonesia terus melompat dari urutan 70 pada 2013 naik menjad i 50 pada 2015 dan sekarang ini diperingkat 42. Kami berharap pada 2019 nanti masuk 30 besar,” kata Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, Kementerian Pariwisata Indonesia, Hiramsyah S. Thaib saat menjadi panelis dalam National Infrastructure Conference di Hotel Four Seasons, Jakarta Selatan, Kamis (14/12/2017).

Hiramsyah mengungkapkan 10 destinasi wisata baru yang sedang dikembangkan yakni, Danau Toba, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo Tenggger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi dan Morotai.

Menurutnya, untuk mengembangkan sektor wisata itu membutuhkan kerja yang sangat keras dan berbagai inovasi. Ia mencontohkan, di Mandalika, berkat inovasi dalam regulasi isu pertanahan yang bermasalah selama puluhan tahun bisa terselesaikan selama tiga bulan.

Selain itu, diharapkan juga ada inovasi dalam pembiayaan yakni menggunakan Skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) karena tidak semua keb utuhan anggaran Rp270 triliun itu bisa dibiayai oleh APBD. “Dari sinilah kami melihat peran penting BUMN PT PII, karena tanpa tandatangan PT PII swasta tidak bisa masuk untuk berinvestasi,” kata Hiramsyah.

Hiramsyah menegaskan pengembangan 10 destinasi wisata baru menjadi sangat penting karena industri wisata sangat rentan. Bencana Erupsi Gunung Agung di Bali misalnya yang membuat jumlah kunjungan menurun. Karena itulah, dibutuhkan alternatif destinasi wisata untuk menjaga jumlah wisatawan tetap tinggi.

Namun, yang menjadi kendala saat ini ialah akses. Tidak semua tempat wisata memiliki akses yang baik seperti di Bali. Karena itulah, pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur unutk membuka akses. “Presiden Joko Widodo menargetkan pada 2018 nanti sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar. Karena itulah investasi swasta menjadi sangat mendesak untuk mengembangkan 10 destinasi wisata baru itu,” tutupnya.

Direktur Utama PT Penjaminan In frastruktur Indonesia Armand Hermawan mengatakan sebagai satu-satunya Badan Usaha Penjaminan Infrastruktur (BUPI) pelaksana single window policy penyediaan penjaminan pemerintah, siap membantu kementerian pariwisata untuk mengembangkan 10 destinasi wisata baru.

“Dalam setiap proyek infrastuktur yang melibatkan swasta, maka PT PII akan berperan melakukan asistensi mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan terutama terkait dengan resiko,” katanya.

Penulis: Ahmad Sabran Editor: ahmad sabran Sumber: Warta Kota Ikuti kami di Wanita Cantik Dipaksa Berjalan Tanpa Busana di Jalan Raya oleh Pacarnya karena Alasan Sepele Sumber: Google News | Warta 24 Wakatobi

Tidak ada komentar