Selain Murad, ini tiga kepala daerah diusung PDIP di Pilkada ... - Warta 24 Sulawesi Tenggara
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Selain Murad, ini tiga kepala daerah diusung PDIP di Pilkada ...

Selain Murad, ini tiga kepala daerah diusung PDIP di Pilkada ...

Merdeka > Politik …

Selain Murad, ini tiga kepala daerah diusung PDIP di Pilkada ...

Merdeka > Politik Selain Murad, ini tiga kepala daerah diusung PDIP di Pilkada Serentak 2018 Minggu, 17 Desember 2017 12:21 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Selain Kakor Brimob, Irjen Pol Murad Ismail, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga mengumumkan tiga nama pasangan calon kepala daerah lainnya yang akan diusung PDIP di Pilkada Serentak 2018 mendatang.

Mega memilih kader Golkar yang juga Gubernur R iau petahana, Arsyadjuliandi Rachman. Untuk pendampingnya, Mega menunjuk kader yang juga Bupati Rokan Hilir, Suyatno. Keduanya akan maju diPilgub Riau.

Mega memuji kepemimpinan Andi Rachman selama di Riau. Andi Rachman disebut sebagai pemimpin berprestasi dan menaruh perhatian besar terhadap isu-isu lingkungan. Hal itu terlihat dari sejumlah penghargaan di bidang lingkungan yang didapat oleh Provinsi Riau.

Sementara untuk Suyatno, Mega menyebutnya sebagai sosok ramah dan menaruh perhatian besar terhadap kebudayaan.

"Dikenal dengan Andi Rachman. Dia banyak prestasi. Jadi mendapat penghargaan Kalpataru 2016, satya bumi lestari 3 tahun berturut-turut 2014 sampai 2016. Jadi perhatian beliau itu adalah penataan kampung sehingga juga mendapatkan penghargaan program kampung iklim 2015-2016," ujarnya.

Kemudian, di Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara, PDIP resmi memberikan rekomendasi kepada Wali Kota Kendari dua periode, Asrun. Untuk wakil Asrun, P DIP memilih mantan Bupati Wakatobi dua periode Hugua.

"Dia adalah pelopor green city atau smart city. Sosok yang membuat kota Kendari sebagai kota spiritual dengan tradisi keagamaan yang penuh toleransi. Jadi cagub Sultra itu adalah Asrun," tandas Mega.

Di Pilgub Nusa Tenggara Timur (NTT) 2018, PDIP mengusung Marianus Sae. Posisi wakil gubernur, Megawati menunjuk Emilia J Nomleni. Dia bercerita Emilia merupakan sosok pecinta tenun sama seperti dirinya.

"Lalu kan saya mikir ini kalau laki sama laki berantem deh. Wong ngomongnya kayak begitu. Jadi saya pikir, Bung Karno kan dibuang ke Flores, ke Ende. Jadi di bukunya Sarinah mengatakan sumber peradaban itu adalah dari perempuan," tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut, putri proklamator Soekarno ini menuturkan sulit mencari seorang pemimpin. Baginya, menang atau kalah di Pilkada merupakan hal biasa. Namun, calon kepala daerah yang dipilih harus mampu memenangkan hati rakyat.

Par a calon kepala daerah yang telah diusung diminta merealisasikan janji kampanyenya jika terpilih menjadi pemimpin.

"Buat saya kalah menang hal biasa tapi tentunya sudah bertekad bahwa yang saya pilih itu dapat memenangkan, mendapatkan perhatian, mendapatkan suara dari rakyat yang akan memilih. Biarkan rakyat jadi terdidik untuk memilih pemimpinnya," pesan Mega. [lia]

Baca Juga:
Dikabarkan maju Pilkada 2018, tiga Pati Polri sudah izin ke KapolriPolri perkirakan isu agama masih digunakan buat kampanye hitam di Pilkada 2018Lucky Hakim klaim diajak gabung PDIP jadi calon wakil Wali Kota BekasiKPU Bekasi susun mekanisme pengumuman bagi mantan terpidana korupsi maju pilkadaLemah di kawasan Pantura, ini saran buat Ridwan KamilMegawati akan umumkan lima calon kepala daerah secara serentakSoal Pilgub Sumsel, Irwansyah diminta dekati elite politik di Jakarta
FOKUS
PILKADA SERENTAK 2017

Topik berita Terkait:
  1. Pilkada Serentak
  2. Megawati Soekarnoputri
  3. PDIP
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Rekomendasi

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.


Sumber: Google News | Warta 24 Wakatobi

Tidak ada komentar