KPU Sultra Coret Dukungan PPP dan PKB ke Paslon Asrun-Hugua - Warta 24 Sulawesi Tenggara
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

KPU Sultra Coret Dukungan PPP dan PKB ke Paslon Asrun-Hugua

KPU Sultra Coret Dukungan PPP dan PKB ke Paslon Asrun-Hugua


KENDARI, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencoret dua partai yang mengusung pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil guber…

KPU Sultra Coret Dukungan PPP dan PKB ke Paslon Asrun-Hugua


KENDARI, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencoret dua partai yang mengusung pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Asrun-Hugua, saat pendaftaran hari pertama di KPU setempat, Senin (8/1/2018).

Kedua partai yang ditolak KPU Sultra adalah PPP dan PKB.

Komisioner KPU Sultra Iwan Rompo mengatakan, PPP dan PKB dicoret sebagai partai pengusung karena syarat kelengkapan administrasi. Sehingga, pasangan yang sebelumnya diusung oleh tujuh partai politik menghilangkan kursi dukungan dari dua parpol itu.

“Untuk PPP, Ketua DPW-nya tidak hadir dan tidak bertanda tangan, saat dikonfirmasi tidak bisa hadir. Akhirnya, pasangan calon itu memilih mencoret partai tersebut. Sedangkan PKB, ada persetujuan dukungan dari DPW, tetapi tidak memiliki format B.1 KWK sehingga tidak dapat diproses,” ungkap Iwan Rompo di Kantor KPU Sultra, Jalan Khairil Anwar, Kendari.

Meski demikian, lanjut Iwan, PPP dan PKB bisa mengusung calon lain, tetapi tidak dapat lagi mendukung pasangan pasangan calon Asrunâ€"Hugua. Kendati dua partai politik dicoret, tetapi pasangan dengan akronim SAH ini tetap memenuhi syarat dukungan dari lima parpol pendukung dengan jumlah 26 kursi.

KPU Sultra butuh waktu lama melakukan verifikasi berkas pendaftaran pasangan Asrun-Hugua. Salah satu kendala yang membuat lama adalah soal partai pendukung.

Selain itu, ada selembar berkas pencalonan yang aslinya lupa dibawa sehingga KPU Sultra mengizinkan tim LO untuk mengambil berkas dan segera dibawa ke KPU.

Baca juga: Pilkada Sulawesi Tenggara, PPP Resmi Usung Rusda-Syafei

Menanggapi pencoretan dua partai politik itu, Asrun mengaku tidak tak ada masalah dengan pencoretan dua partai politik itu. Prinsipnya data yang telah dimasukkan sudah mendekati angka 100 persen.

Untuk PPP dan PKB itu nanti akan dilakukan pemeriksaan berikutnya.

"Nanti pemeriksaan selanjutnya baru bisa dikatakan tidak memenuhi syarat, tapi untuk saat ini kita daftar dulu," kata Asrun.

Sementara itu, Abdulrahman Shaleh selaku ketua tim pemenangan paslon Asrun-Hugua mengatakan, batalnya dukungan dua partai itu tidak akan berpengaruh banyak terhadap calon yang mereka usung.

"Pembatalan dukungan PPP dan PKB hanya soal administrasi saja, tapi petinggi-petinggi partai keduanya hadir saat pendaftaran," ujarnya.

Pasangan Asrun-Hugua sebelumnya diusung oleh tujuh partai, yakni PAN, PDI-P, PKS, Hanura, Gerindra, PPP, dan PKB. Namun, sehari tahap pendaftaran, DPP PPP dan PKB mengusung pasangan Rusda Mahmud-Syafie Kahar.

Asrun merupakan mantan Wali Kota Kendari dua periode dan Hugua adalah mantan Bupati Wakatobi dua periode. Sedangan Rusda Mahmud merupakan mantan Bupati Kolaka Utara dan Syafie Kahar adalah mantan Bupati Buton, yang sama-sa ma menjadi kepala daerah selama 10 tahun.

Kompas TV "Perang Bintang" menjadi salah satu fenomena di Pilkada Serentak 2018 ini. Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Pilkada Serentak 2018

Terkini Lainnya

Tidak Merokok & Suka 'Junk Food', Bagaimana Prediksi Tes Medis Trump?

Tidak Merokok & Suka "Junk Food", Bagaimana Prediksi Tes Medis Trump?

Internasional 11/01/2018, 10:14 WIB Sandiaga Sepakat Ganjil Genap untuk Pemotor, tetapi...

Sandiaga Sepakat Ganjil Genap untuk Pemotor, tetapi...

Megapolitan 11/01/2018, 10:11 WIB Sebelum Tes Kesehatan, Dedi Mulyadi Jajan Nasi Uduk di Trotoar Depan RSHS

Sebelum Tes Kesehatan, Dedi Mulyadi Jajan Nasi Uduk di Trotoar Depan RSHS

Regional 11/01/2018, 10:09 WIB Isu 'Reshuffle' Merebak, Jokowi Berkantor di Istana Bogor

Isu "Reshuffle" Merebak, Jokowi Berkantor di Istana Bogor

Nasional 11/01/2018, 09:48 WIB Kontestan Pilkada Jabar Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RSHS Bandung

Kontestan Pilkada Jabar Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RSHS Bandung

Regional 11/01/2018, 09:47 WIB Sandiaga: Kami Percepat Pengukuhan TGUPP karena Ingin Percepat Pembangunan

Sandiaga: Kami Percepat Pengukuhan TGUPP karena Ingin Percepat Pemb angunan

Megapolitan 11/01/2018, 09:47 WIB Mereka yang Dipidana karena Menghalangi Penyidikan KPK...

Mereka yang Dipidana karena Menghalangi Penyidikan KPK...

Nasional 11/01/2018, 09:38 WIB 'Saat Ini Momentum Bagus bagi Jokowi Lakukan Perombakan Kabinet'

"Saat Ini Momentum Bagus bagi Jokowi Lakukan Perombakan Kabinet"

Nasional 11/01/2018, 09:28 WIB Senior Pentagon ke ISIS: Menyerah atau Dibom dan Dipukul hingga Mati

Senior Pentagon ke ISIS: Menyerah atau Dibom dan Dipukul hingga Mati

Internasional 11/01/2018, 09:26 WIB Pengendara Roda Dua Masih Ragu-ragu Lintasi Jalan MH Thamrin

Pengendara Roda Dua Masih Ragu-ragu Lintasi Jalan MH Thamrin

Megapolitan 11/01/2018, 09:24 WIB 3 Pasangan Bakal Calon Siap Bersaing, KPU Tanjungpinang Verifikasi Berkas

3 Pasangan Bakal Calon Siap Bersaing, KPU Tanjungpinang Verifikasi Berkas

Regional 11/01/2018, 09:21 WIB Pasca-kecelakaan Setya Novanto, IDI Pernah Minta Klarifikasi Dokter Bimanesh

Pasca-kecelakaan Setya Novanto, IDI Pernah Minta Klarifikasi Dokter Bimanesh

Nasional 11/01/2018, 09:11 WIB Kisah Sumiyati, TKI dari Grobogan yang Tewas Dianiaya Majikannya di Arab Saudi

Kisah Sumiyati, TKI dari Grobogan yang Tewas Dianiaya Majikannya di Arab Saudi

Regional 11/01/2018, 09:06 WIB Hari Ini, Fraksi Golkar Gelar Rapat Bahas Pansus Angket KPK

Hari Ini, Fraksi Golkar Gelar Rapat Bahas Pansus Angket KPK

Nasional 11/01/2018, 09:03 WIB Zulkieflimansyah: Pelaporan ke Komnas Perempuan, Pembunuhan Karakter

Zul kieflimansyah: Pelaporan ke Komnas Perempuan, Pembunuhan Karakter

Regional 11/01/2018, 08:57 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Kendari

Tidak ada komentar