Pemda Konawe Alokasikan Dana Rp.1,1 Miliar, Untuk Anak Rawan ... - Warta 24 Sulawesi Tenggara
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Pemda Konawe Alokasikan Dana Rp.1,1 Miliar, Untuk Anak Rawan ...

Pemda Konawe Alokasikan Dana Rp.1,1 Miliar, Untuk Anak Rawan ...

LAUNCHING - Kadis Kesehatan Muhamad Aris (kanan) bersama Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa saat melaunching program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS…

Pemda Konawe Alokasikan Dana Rp.1,1 Miliar, Untuk Anak Rawan ...

Pemda Konawe Alokasikan Dana Rp.1,1 Miliar, Untuk Anak Rawan Gizi
LAUNCHING - Kadis Kesehatan Muhamad Aris (kanan) bersama Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa saat melaunching program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS), di SDN 3 Puday Rabu (24/1/2018) (Dedy Finafiskar/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, UNAAHA â€" Sebanyak 26.269 siswa sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) akan mendapatkan makanan tambahan dalam program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS), yang resmi dilaunching Rabu (24/1/2018) di SDN 3 Pudai oleh Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa.

Tahun ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe telah mengalo kasikan anggaran sebesar Rp1.141.250.000 Miliar untuk program tersebut, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Konawe. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Muhamad Aris mengatakan, sasaran utama makanan tambahan anak sekolah dasar, kurus dengan indikator Berat Badan (BB) menurut tinggi badan (TB) kurang dari minus 2 standar Deviasi.

“Dengan dana sebesar Rp 1.141.250.000 Miliar, kami akan memberikan makanan tambahan bagi siswa SD da MI dalam bentuk krekers/biskuit dengan formulasi khusus dan difortifikasi dengan vitamin dan mineral yang diberikan kepada anak Usia SD/MI dengan kategori kurus untuk mencukupi kebutuhan gizi,” terangnya

Dikatakannya, Status gizi yang baik merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan kesehatan di Konawe, yang pada dasarnya adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional secara keseluruhan. Sehingga anak balita, anak usia sekolah dan ibu hamil merupakan kelompok rawan gizi yang sangat perlu mendapat perhatian khusus.

“Nantinya setiap hari siswa akan mendapat makanan tambahan, tujuannya, untuk meningkatkan derajat kesehatan siswa. Jika asupan gizi terpenuhi, hal tersebut akan berpengaruh terhadap peningkatan kecerdasan dan prestasi siswa,” terangnya. (B)

Reporter : Dedi Finafiskar
Editor : Tahir Ose

Sumber: Google News | Warta 24 Konawe

Tidak ada komentar