Cuaca Buruk, Warga Desa Bahari di Buton Selatan Tangkap Ikan ... - Warta 24 Sulawesi Tenggara
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Cuaca Buruk, Warga Desa Bahari di Buton Selatan Tangkap Ikan ...

Cuaca Buruk, Warga Desa Bahari di Buton Selatan Tangkap Ikan ...

BUTON SELATAN, KOMPAS.com â€" Suara kegembiraan warga terdengar dari tepi laut yang airnya dangkal semata kaki orang dewasa. Ratusan warga berusaha menangkap i…

Cuaca Buruk, Warga Desa Bahari di Buton Selatan Tangkap Ikan ...

BUTON SELATAN, KOMPAS.com â€" Suara kegembiraan warga terdengar dari tepi laut yang airnya dangkal semata kaki orang dewasa. Ratusan warga berusaha menangkap ikan dengan menggunakan tombak ataupun parang.

Dengan tombak yang siap dihunuskan, beberapa warga terlihat berlarian mengejar ikan di laut dangkal.

Dengan sekali hentakan tangan, ujung tombak itu menancap ikan.

“Jangan diambil, ini ikan saya dapat,” teriak seorang warga sambil berlari dan kemudian mencabut tombaknya lalu memasukan ikan ke tali pancing agar tidak terlepas, Senin (5/2/2018).

Aktivitas menangkap ikan dengan tombak ini merupakan Tradisi Pindokoa yang dilakukan warga Desa Bahari, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan.

Tradisi ini telah ada sejak ratusan tahun lalu dan masih dilestarikan oleh masyarakat Wapulaka, Desa Bahari.

Tradisi ini biasa dilakuk an saat musim cuaca buruk dan nelayan kesulitan untuk memperoleh ikan di laut.

“Ini kegiatan pindokoa, rata-rata semua orang disini nelayan, kalau cuaca buruk begini tidak melaut. Jadi air (laut) surut, begini kita cari ikan di sini, ini namanya pindokoa,” kata seorang warga Desa Bahar, Efendi, Senin (5/2/2018).

Baca juga : Tiga Nelayan di Maluku Tersambar Petir Saat Melaut, Satu Orang Tewas

Ia menambahkan, saat ini sudah sebulan warga nelayan di Desa Bahari sudah tidak turun melaut karena cuaca buruk.

Sebelum tradisi ini dimulai, sehari sebelumnya, para warga memasang jaring ikan di sepanjang tepi pantai Desa Bahari.

Pemasangan jaring dilakukan saat air laut sedang pasang. Keesokan harinya, saat air laut sudah mulai surut, warga beramai-ramai turun ke laut sambil membawa tombak ataupun parang.

Suasana keakraban dan kerja sama terlihat antarwarga desa yang berusaha mencari ikan bersembunyi di dalam batu karang.

Tradisi menangkap ikan ini tidak saja dilakukan lelaki dewasa saja, para wanita dan anak kecil pun tidak mau ketinggalan untuk meramaikan tradisi tersebut.

Seorang tokoh masyarakat Desa Bahari yang juga Camat Sampolawa, La Kali, mengatakan, tradisi ini merupakan bentuk kebersamaan warga untuk menciptakan gotong-royong dan kepedulian yang besar antar-sesama warga desa.

“Tradisi ini sebenarnya adalah kebersamaan dan kekompakan warga Desa Bahari yang terjalin begitu erat. Sampai saat ini kekompakan dan kebersamaan warga terus erat dan terjalin dari dulu hingga sekarang,” ucap La Kali.

Baca juga : Sudah 15 Tahun, Nelayan di Banyuwangi Tidak Menggunakan Cantrang

Tradisi Pidokoa yang menangkap ikan dengan tombak atau parang masih terus dilakukan hingga tahun ke depannya.

Warga Desa Bahari sangat melarang penggunaan bom ikan atau lainnya untuk mendapatkan ikan. Karena hal tersebut dapat merusak ekosis tem laut.

Kompas TV Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menyatakan penggunaan cantrang yang kini kembali diperbolehkan juga ada batasannya dan tidak sembarangan.

Terkini Lainnya

Jelang Hari Kasih Sayang, Penjualan Mawar Meningkat

Jelang Hari Kasih Sayang, Penjualan Mawar Meningkat

Megapolitan 13/02/2018, 02:17 WIB Uu Ruzhanul Ulum Utus Istrinya Sosialisasikan 'Rindu' di Tanah Abang

Uu Ruzhanul Ulum Utus Istrinya Sosialisasikan "Rindu" di Tanah Abang

Regional 12/02/2018, 23:59 WIB Rekam Video Menyiksa Balita untuk Memeras, Pria Ini Dipenjara 17 Tahun

Rekam Video Menyiksa Balita untuk Memeras, Pria Ini Dipenjara 17 Tahun

Internasional 12/02/2018, 23:54 WIB Polisi Bongkar Pabrik Ekstasi di Aceh Utara

Polisi Bongkar Pabrik Ekstasi di Aceh Utara

Regional 12/02/2018, 23:52 WIB KPU Papua Putuskan Tunda Penetapan Pasangan Calon hingga 20 Februari

KPU Papua Putuskan Tunda Penetapan Pasangan Calon hingga 20 Februari

Regional 12/02/2018, 23:44 WIB KPU Tetapkan Paslon Peserta Pilkada NTB, Kini Ada Paslon dari Jalur Independen

KPU Tetapkan Paslon Peserta Pilkada NTB, Kini Ada Paslon dari Jalur Independen

Regional 12/02/2018, 23:44 WIB Turki Ubah Nama Jalan di Depan Kedubes AS di Ankara

Turki Ubah Nama Jalan di Depan Kedubes AS di Ankara

Internasional 12/02/2018, 23:37 WIB Enam Pasangan Cal   on Lolos Pilkada Donggala, Satu Pasangan Tidak Memenuhi Syarat

Enam Pasangan Calon Lolos Pilkada Donggala, Satu Pasangan Tidak Memenuhi Syarat

Regional 12/02/2018, 23:25 WIB Merelokasi Warga Asmat?

Merelokasi Warga Asmat?

Regional 12/02/2018, 23:01 WIB Bangladesh Libatkan PBB dalam Pemulangan Pengungsi Rohingya

Bangladesh Libatkan PBB dalam Pemulangan Pengungsi Rohingya

Internasional 12/02/2018, 22:57 WIB Akhir Bulan Ini, Jusuf Kalla Akan Kunjungi Afghanistan

Akhir Bulan Ini, Jusuf Kalla Akan Kunjung i Afghanistan

Nasional 12/02/2018, 22:49 WIB Kecuali Papua, Ini Daftar Pasangan Cagub-Cawagub di 16 Provinsi

Kecuali Papua, Ini Daftar Pasangan Cagub-Cawagub di 16 Provinsi

Nasional 12/02/2018, 22:44 WIB Resmi Ikuti Pilkada Kota Bengkulu, Seorang Perwira TNI Ajukan Pengunduran Diri

Resmi Ikuti Pilkada Kota Bengkulu, Seorang Perwira TNI Ajukan Pengunduran Diri

Regional 12/02/2018, 22:40 WIB Penerapan ERP di Jakarta, Polisi Siapkan Tilang Lewat Kamera CCTV

Penerapan ERP di Jakarta, Polisi Siapkan T ilang Lewat Kamera CCTV

Megapolitan 12/02/2018, 22:31 WIB KPK Tolak Permohonan 'Justice Collaborator' Auditor BPK Ali Sadli

KPK Tolak Permohonan "Justice Collaborator" Auditor BPK Ali Sadli

Nasional 12/02/2018, 22:24 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Buton Selatan

Tidak ada komentar