Kapal Bermuatan Kayu Karam di Perairan Wakatobi, Dua Orang ... - Warta 24 Sulawesi Tenggara
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Kapal Bermuatan Kayu Karam di Perairan Wakatobi, Dua Orang ...

Kapal Bermuatan Kayu Karam di Perairan Wakatobi, Dua Orang ...

KENDARI, KOMPAS.com â€" Sebuah kapal nelayan tenggelam di perairan laut Sambano, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (6/2/2018) setelah dihant…

Kapal Bermuatan Kayu Karam di Perairan Wakatobi, Dua Orang ...

KENDARI, KOMPAS.com â€" Sebuah kapal nelayan tenggelam di perairan laut Sambano, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (6/2/2018) setelah dihantam gelombang tinggi.

Dua awak kapal yang bertolak dari Ereke, Kabupaten Buton Utara menuju Pulau Tomia, Wakatobi untuk mencari ikan itu dilaporkan hilang, sedangkan satu orang lagi bernama La Sarun (31) bisa diselamatkan.

Kepala kantor SAR Kendari, Djunaedi mengatakan, saat ini pihaknya tengah mencari dua penumpang kapal tersebut.

"Tiga orang dalam kapal ikut terseret derasnya ombak di perairan Wakatobi, satu di antaranya berhasil diselamatkan dan langsung dievakuasi," ungkap Djunaedi di kantornya, Selasa (6/2/2018).

Saat ini, gelombang tinggi di perairan laut Wakatobi mencapai tiga hingga lima meter. Djunaedi berharap agar masyarakat lebih berhati-hati jika ingin melaut atau menyeberang dengan menggunakan transportasi laut.

Baca juga : Mesin Rusak, Kapal Pengangkut Semen Terombang-ambing di Laut

Sementara itu, Kapolres Wakatobi AKBP Hadi Winarno menjelaskan, satu korban kapal itu ditemukan oleh Polisi Air (Polair) dalam kondisi selamat.

"Pukul 08.00 Wita pagi tadi kami mendapatkan informasi dari warga, bersama dengan anggota Polisi Air (Polair) Wakatobi langsung menuju lokasi menggunakan speed patroli Polair. Setelah kami tiba di perairan Sombano kami putar-putar, akhirnya sekitar pukul 11.00 Wita, kami temukan La Sahrun terapung dengan kayu, langsung kami lakukan evakuasi," kata Kapolres Wakatobi AKBP Hadi Winarno dikonfirmasi, Selasa.

Selanjutnya, pihaknya langsung mengarahkan anggotanya untuk mengevakuasi kapal tersebut ke wilayah Pantai Tanjung Sombano, Kecamatan Kaledupa.

"Setelah evakusi dilakukan, saya mengarahkan kepada anggota agar melakukan pencarian terhadap dua korban lainnya. Hanya saja di lokasi tempat kejadian musibah (TKM) ombaknya mencapai 1,5 meter," terangnya.

Kemudian bersama tim Polair, ia memutuskan untuk kembali ke Pulau Wangiwangi karena kondisi kesehatan korban yang ditemukan tersebut menurun.

"Kondisi La Sahrun menurun, jadi saya putuskan untuk balik agar korban mendapatkan perawatan medis," jelasnya.

Kemudian Hadi Winarno memerintahkan kepada Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kaledupa dan Kaledupa Selatan agar membantu Polair dan Tim Search and Rescue (SAR) Wakatobi untuk dua korban lainnya di lokasi yang tidak jauh dari tempat ditemukannya La Sahrun.

Kapolres Wakatobi mengatakan, korban selamat, La Sahrun mengaku kapal yang ditumpangi bersama dua rekannya itu memuat kayu sebanyak lima kubik. Kapal itu berangkat dari Ereke, Kabupaten Buton Utara (Butur) pada Senin (5/2/2018) sekitar pukul 19.00 Wita menuju Tomia Timur (Totim) Wakatobi.

Baca juga : Aksi Hero ik Polisi Barru Berenang Terjang Ombak Selamatkan Penumpang Kapal Kandas

Sebelum ditemukan, kata Kapolres, La Sahrun sudah pasrah. Namun tiba-tiba dia melihat speed boat menuju arahnya.

"Pikiranku saya ini sudah mati, tapi saya lihat speed, lalu saya melambaikan tangan ke arah speed itu, ternyata speed Polair. Dan, Alhamdulillah akhirnya saya masih selamat," kata Kapolres menirukan cerita La Sahrun.

Saat ini La Sahrun tengah mendapat perawatan di rumah jabatan Kapolres Wakatobi, dan esok hari baru akan dipulangkan ke Tomia.

Kompas TV TNI akan membuka jalur transportasi dengan mendatangkan kapal perang yang digunakan untuk mengangkut bantuan dari Timika ke Agats.

Terkini Lainnya

Jelang Hari Kasih Sayang, Penjualan Mawar Meningkat

Jelang Hari Kasih Sayang, Penjualan Mawar Meningkat

Megapolitan 13/02/2018, 02:17 WIB Uu Ruzhanul Ulum Utus Istrinya Sosialisasikan 'Rindu' di Tanah Abang

Uu Ruzhanul Ulum Utus Istrinya Sosialisasikan "Rindu" di Tanah Abang

Regional 12/02/2018, 23:59 WIB Rekam Video Men   yiksa Balita untuk Memeras, Pria Ini Dipenjara 17 Tahun

Rekam Video Menyiksa Balita untuk Memeras, Pria Ini Dipenjara 17 Tahun

Internasional 12/02/2018, 23:54 WIB Polisi Bongkar Pabrik Ekstasi di Aceh Utara

Polisi Bongkar Pabrik Ekstasi di Aceh Utara

Regional 12/02/2018, 23:52 WIB KPU Papua Putuskan Tunda Penetapan Pasangan Calon hingga 20 Februari

KPU Papua Putuskan Tunda Penetapan Pasangan Calon hingga 20 Februari

Regional 12/02/2018, 23:44 WIB KPU Tetapkan Paslon Peserta Pilkada NTB, Kini Ada Paslon dari Jalu   r Independen

KPU Tetapkan Paslon Peserta Pilkada NTB, Kini Ada Paslon dari Jalur Independen

Regional 12/02/2018, 23:44 WIB Turki Ubah Nama Jalan di Depan Kedubes AS di Ankara

Turki Ubah Nama Jalan di Depan Kedubes AS di Ankara

Internasional 12/02/2018, 23:37 WIB Enam Pasangan Calon Lolos Pilkada Donggala, Satu Pasangan Tidak Memenuhi Syarat

Enam Pasangan Calon Lolos Pilkada Donggala, Satu Pasangan Tidak Memenuhi Syarat

Regional 12/02/2018, 23:25 WIB Merelokasi Warga Asmat?

Merelokasi Warga Asmat?

Regional 12/02/2018, 23:01 WIB Bangladesh Libatkan PBB dalam Pemulangan Pengungsi Rohingya

Bangladesh Libatkan PBB dalam Pemulangan Pengungsi Rohingya

Internasional 12/02/2018, 22:57 WIB Akhir Bulan Ini, Jusuf Kalla Akan Kunjungi Afghanistan

Akhir Bulan Ini, Jusuf Kalla Akan Kunjungi Afghanistan

Nasional 12/02/2018, 22:49 WIB Kecuali Papua, Ini Daftar Pasangan Cagub-Cawagub di 16 Provinsi

Kecuali Papua, Ini Daftar Pasangan Cagub-Cawagub di 16 Provinsi

Nasional 12/02/2018, 22:44 WIB Resmi Ikuti Pilkada Kota Bengkulu, Seorang Perwira TNI Ajukan Pengunduran Diri

Resmi Ikuti Pilkada Kota Bengkulu, Seorang Perwira TNI Ajukan Pengunduran Diri

Regional 12/02/2018, 22:40 WIB Penerapan ERP di Jakarta, Polisi Siapkan Tilang Lewat Kamera CCTV

Penerapan ERP di Jakarta, Polisi Siapkan Tilang Lewat Kamera CCTV

Megapolitan 12/02/2018, 22:31 WIB KPK Tolak Permohonan 'Justice Collaborator' Auditor BPK Ali Sadli

KPK Tolak Permohonan "Justice Collaborator" Auditor BPK Ali Sadli

Nasional 12/0 2/2018, 22:24 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Wakatobi

Tidak ada komentar