www.AlvinAdam.com


Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Kronologi Kasus Suap Ayah-Anak, Wali Kota Kendari dan Cagub ...

Posted by On 18.51

Kronologi Kasus Suap Ayah-Anak, Wali Kota Kendari dan Cagub ...

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menetapkan Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra dan ayahnya, Asrun yang merupakan calon Gubernur Sulawesi Tenggara, sebagai tersangka.

Anak dan ayah itu diduga menerima suap dalam proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Kendari tahun 2017-2018.

Selain keduanya, KPK juga menetapkan pengusaha atau Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara, Hasmun Hamzah dan Mantan Kepala BPKAD Kota Kendari, Fatmawati Faqih sebagai tersangka.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan kasus suap ini dapat terungkap berkat informasi masyarakat dan ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

Kasus ini bermula pada Senin (26/2/2018) saat tim KPK mengetahui bahwa telah terjadi penarikan uang Rp 1,5 miliar dari Bank Mega di Kendari oleh staf PT Sarana Bangun Nusantara.

(Baca juga: Ditahan KPK, Ini Ekspresi Wali Kota Kendari dan Ayahnya Cagub Sultra)

KPK kemudian mengidentifikasi bahwa penarikan uang itu untuk pihak yang berhubungan dengan Wali Kota Kendari.

"Penarikan ini dilakukan karena adanya permintaan dari ADR (Adriatma) kepada HAS (Hasmun), pengusaha tadi," kata Basaria, dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Setelah memastikan ada indikasi kuat transaksi itu telah terjadi, pada Selasa (27/2/2018) sekitar pukul 20.00 WITA, KPK mengamankan dua pegawai PT SBN yaitu H dan R di kediaman masing-masing.

Dari situ KPK menemukan buku rekening tabungan dan bukti penarikan uang Rp 1,5 miliar. Menurut Basaria, penarikan uang oleh H dan R itu atas perintah Hasmun.

"Selanjutnya tim membawa HAS dari rumahnya sekitar pukul 20.40 WITA," ujar Basaria.

(Baca juga: Sandi Koli Kalender di Kasus Suap Wali Kota Kendari)

Keesokan harinya, Rabu (28/2/2018) pukul 01.00 WITA, KPK mengamankan Wali Kota Kendari dari rumah jabatannya. Rabu sekitar pukul 04.00 WITA, KPK menangkap Asrun di rumah pribadinya.

Sementara Fatmawati ditangkap pukul 05.45 WITA di kediaman yang bersangkutan. Enam orang yang diamankan KPK sempat diperiksa di kantor Polda Sultra.

Setelah dilakukan pemeriksaan 1x24 jam dan gelar perkara, KPK meningkatkan status penyelidikan ke tahap penyidikan dan menetapkan empat orang tersangka.

Dari enam orang tadi, KPK menetapkan empat orang yakni Adriatma, Asrun, Fatmawati dan Hasmun.

KPK menduga, Adriatma melalui perantaranya menerima suap dari Hasmun, untuk kebutuhan biaya politik ayahnya, Asrun, yang maju sebagai cagub di Pilkada Sultra 2018.

Orang Kepercayaan Asrun

Fatmawati, menurut Basaria, merupakan orang kepercayaan Asrun. Fatmawati menjadi orang kepercayaan sejak Asrun menjadi Wali Kota Kendari.

Asrun merupakan Wali Kota Kendari dua periode sejak 2007-2017 sebelum digantikan anaknya Adriatma. F atmawati, lanjut Basaria, menjadi penghubung dengan Hasmun selaku pengusaha.

(Baca juga: Kasus Suap Wali Kota Kendari Rp 2,8 Miliar untuk Kampanye Ayahnya di Pilgub Sultra)

"Lalu dia (Asrun) membutuhkan uang ini meminta salah satu dari HAS ini melalui FF ini. Jadi dia melalui FF ini, menghubungkan melalui PT SBN ini, memintakan dana kampanye," ujar Basaria.

Basaria mengatakan, total suap untuk Adriatma senilai Rp 2,8 miliar. Uang Rp 1,3 miliar di antaranya merupakan kas PT SBN.

Dalam suap ini terungkap pelaku menggunakan sandi atau kode untuk jumlah uang suap. Sandi suap yang digunakan yakni "koli kalender".

"Teridentifikasi, sandi yang digunakan adalah 'koli kalender' yang diduga mengacu pada arti uang satu miliar," kata Basaria.

Adapun PT SBN merupakan perusaahan yang diduga kerap mendapatkan proyek dari Wali Kota Kendari. PT SBN merupakan rekanan kontraktor jalan di Pemkab Kendari sejak 2012.

Kemudian Januari 2018, PT SBN memenangkan lelang proyek jalan Bungkutoko - Kendari New Port di Kendari dengan nilai proyek Rp 60 miliar.

Kompas TV KPK telah menetapkan tersangka bagi ayah dan anak yang merupakan calon gubernur Sulawesi Tenggara dengan Wali Kota Kendari.
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Kasus Suap Bapak dan Anak di Kendari

Berita Terkait

KPK Tetapkan Tersangka Wali Kota Kendari dan Ayahnya Cagub Sultra

Wali Kota Kendari Terjaring OTT KPK, Ayah Pun Ikut Diboyong ke Jakarta

Wali Kota Kendari Ditangkap KPK, Nilai Suap Diduga Miliaran Rupiah

OTT di Kendari, KPK Amankan Empat Orang

2 Hari Sebelum Ditangkap KPK, Wali Kota Kendari Ingatkan ASN Hindari Pungli

Terkini Lainnya

Iseng Jajal Senapan Angin, Penjual Soto Ayam Tembak Seorang Wanita

Iseng Jajal Senapan Angin, Penjual Soto Ayam Tembak Seorang Wanita

Megapolitan 03/03/2018, 09:46 WIB Wacana Penghapusan Pidana Jika Pejabat Kembalikan Uang Korupsi, Antara Opini dan Mispersepsi

Wacana Penghapusan Pidana Jika Pejabat Kembalikan Uang Korupsi, Antara Opini dan Mispersepsi

Nasional 03/03/2018, 09:39 WIB Operasi Simpatik, Pelanggar Lalu Lintas di Nunukan akan 'Dihukum' Berdoa

Operasi Simpatik, Pelanggar Lalu Lintas di Nunukan akan "Dihukum" Berdoa

Regional 03/03/2018, 09:28 WIB TransJakarta Hadirkan Armada Bagi Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok

TransJakarta Hadirkan Armada Bagi Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok

Megapolitan 03/03/2018, 08:42 WIB Kisah TKI Ida 9 Tahun Hilang Komunikasi dengan Sang Ibu

Kisah TKI Ida 9 Tahun Hilang Komunikasi dengan Sang Ibu

R egional 03/03/2018, 08:42 WIB Petugas 'Manfaatkan' Teman Sekolah untuk Tangkap Tahanan yang Kabur

Petugas "Manfaatkan" Teman Sekolah untuk Tangkap Tahanan yang Kabur

Regional 03/03/2018, 08:28 WIB Bawaslu Dianggap Tak Punya Alasan Tolak Gugatan PBB

Bawaslu Dianggap Tak Punya Alasan Tolak Gugatan PBB

Nasional 03/03/2018, 07:45 WIB Jika Terpilih di Pileg 2019, PSI Wajibkan Calegnya Lapor Kinerja ke Medsos

Jika Terpilih di Pileg 2019, PSI Wajibkan Calegnya Lapor Kinerja ke Medsos

Nasional 03/03/ 2018, 07:25 WIB Polisi: Roro Fitria Tak Pernah Sampaikan Nama Artis Lain yang Terlibat Narkoba

Polisi: Roro Fitria Tak Pernah Sampaikan Nama Artis Lain yang Terlibat Narkoba

Megapolitan 03/03/2018, 07:05 WIB Viral, Video Pengantin Wanita Pingsan setelah Dipeluk Mantan Pacar

Viral, Video Pengantin Wanita Pingsan setelah Dipeluk Mantan Pacar

Regional 03/03/2018, 07:00 WIB Laporannya Belum Diusut Polisi, Fadli Zon 'Ngadu' ke Kapolri

Laporannya Belum Diusut Polisi, Fadli Zon "Ngadu" ke Kapolri

Nasional 03/03/2018, 06:57 WIB Ini Alasan Polri Ajukan Heru Winarko Sebagai Kepala BNN

Ini Alasan Polri Ajukan Heru Winarko Sebagai Kepala BNN

Nasional 03/03/2018, 06:25 WIB Jambret Pemotor di Depan Novanto Centre Kupang, Seorang Pelajar Dibekuk

Jambret Pemotor di Depan Novanto Centre Kupang, Seorang Pelajar Dibekuk

Regional 03/03/2018, 06:03 WIB Ini Hal-hal yang Dilarang dalam Berkendara Menurut Humas Polda Metro

Ini Hal-hal yang Dilarang dalam Berkendara Menurut Humas Polda Metro

Megapolitan 03/03/2018, 05:48 WI B Meski Diskorsing, Wendy Tetap Ingin Tampil di Asian Games

Meski Diskorsing, Wendy Tetap Ingin Tampil di Asian Games

Olahraga 03/03/2018, 00:01 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Kendari

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »