Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Lampaui Target, KPUD Bombana Coklit 6.214 KK di Hari Pertama

Posted by On 16.45

Lampaui Target, KPUD Bombana Coklit 6.214 KK di Hari Pertama

pilkada_serentak_indo
Ilustrasi

ZONASULTRA. COM, RUMBIAâ€" Penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) di Kabupaten Bombana serius bekerja untuk mensukseskan PIlgub Sultra 2018 dan Pilcaleg 2019. Salah satunya seperti yang dilakukan dari hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) perdana pada 20 Januari l2018 lalu

Hasil Coklit perdana pada hari itu mencapai 6.214 Kepala Keluarga (KK) dengan total 15. 633 jiwa. Dimana, sebelumnya, komisi Pemilihan umum Daerah (KPUD) Bombana menargetkan sebanyak 4.525 KK yang harus tercoklit.

“Hasil Coklit perdana pada 20 januari kemarin menurut kami sudah menunjukan progresif. Kami bisa melebihi target hingga 1.689 KK di seluruh wilayah ini, “tutur Ketua KPUD Bomban a di ruang kerjanya, Selasa (23/1/2018).

Kasjumriati menjabarkan secara detail bahwa Pecapaian pencoklitan itu diperoleh dari 143 Desa/Kelurahan, 225 TPS di daerah itu.

Pihaknya bersama PPk PPS dan PPDP mampu menyasar hingga 5. 420 rumah. Dalam pencoklitan itu pula terdapat 7.778 laki-laki dan 7.855 perempuan.

Dari data itu pihak KPU Bombana belum mengakumulasi jumlah DPT dan jumlah pemilih baru. Pihaknya akan menyimpulkan keseluruhannya pada batas waktu yang yelah ditentukan.

“Saya benar-benar ingin maksimal pada dua moment pemilu mendatang. Penekanan standar bagi semua elemen dalam pencoklitan ini sebagai langkah awal untuk melihat sejauh mana semangat dan progresif semua penyelenggara,” tandasnya.

Meski demikian, semakin banyak data warga yang tercoklit, itu menandakan semakin tidak sinkronnya data DP4 dan DPT yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Bupati Bombana, Tafdil dihadapan para penyelenggara, pengawas dan kontestan pemilu mengatakan, dirinya samgat menginginkan peningkatan etos kerja kesemua penyelenggara pemilu.

Menurutnya, semakin banyak warga yang terdata dan sinkron untuk dimasukkan sebagai calon pemilih, itu lebih baik. Sebab, jika jumlah DPT berkurang, secara otomatis akan mengurangi jumlah kursi atau fraksi di Pilcaleg 2019 nanti.

“Kami harapkan pola kerja yang proporsional. Khususnya dalam mendata warga. Karena kalau DPT kita berkurang maka, itu akan mempertipis peluang bagi Partai untuk mengusung fraksinya,” ujar Tafdil di Aula Mapolres Bombana baru-baru ini. (B)

Reporter: Muhamad Jamil
Editor: Tahir Ose

Sumber: Google News | Warta 24 Bombana

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »