Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Dulu Krisis, Kini Provinsi Sulawesi Tenggara Surplus Listrik

Posted by On 15.14

Dulu Krisis, Kini Provinsi Sulawesi Tenggara Surplus Listrik

Pekerja melakukan pengecekan di Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITET) di Tangerang, Balaraja Timur, Banten, Selasa (23/2). Untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan, termasuk untuk mendukung pertumbuhan ekonomi negara, PLN kembali menambah pasokan listrik untuk memperkuat sistem kelistrikan di Wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan mengoperasikan 3 unit Gardu Induk dan 1 Unit UGC yaitu Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kilo Volt (kV) Balaraja, Interbuse Trafo (IBT) unit #4 1x500MVA, Gardu Induk (GI) 150 kV Millenium 2x60MVA dan UGC 150 kV Bintaro II - GIS New Bintaro sepanjang 4,7 Kilometer Sirkuit (kms). ANTARA FOTO/Muhammad Adima ja/ama/16

INFONAWACITA.COM â€" Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara menyatakan bahwa mulai 2018 ini provinsinya sudah surplus listrik setelah sebelumnya sempat terjadi krisis listrik.

Kepala Bidang Kelistrikan Dinas ESDM Sultra, Ridwan Bontji di Kendari, Senin (26/2/2018) mengatakan daya pembangkit listrik yang ada saat ini sudah melebihi kebutuhan yang diminta konsumen.

“Tetapi dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat dari hari ke hari terus meningkat, maka kebutuhan energi khususnya listrik juga terus bertambah. Belum lagi kemajuan pembangunan industri yang tentunya membutuhkan daya listrik yang memadai sehingga bisa saja kembali terjadi krisis daya,” ujarnya.

Menurut Ridwan, di area Kota Kendari, daya listrik kini dilaporkan surplus hingga mencapai 30-40 megawatt (MW) dari seluruh kebutuhan masyarakat dan sejumlah indstri pabrik yang ada.

Sementara di area Baubau, juga diperki rakan surplus 10 mega watta yang wilayahnya meliputi Kota Baubau, Buton Selatan dan daya pembangkit di Kabupaten Muna dan interkoneksi di wilayah Buton Tengah dan sekitanrnya.

“Dengan surplusnya daya listrik yang ada saat ini, tentu dari masyarakat sebagai pelanggan mengharapkan kepada PLN untuk mengutamakan peningkatan pelayanan sehingga tidak ada lagi yang namanya pemadaman listrik yang dirasakan masyarakat,” ujaranya.

Kebutuhan Rata-rata

Sebelumnya, keterangan dari PLN Area Kendari, menyebutkan bahwa kebutuhan rata-rata listrik masyarakat Kota Kendari atau konsumen dalam jaringan PLN Kendari pada beban puncak mencapai 72 MW sampai 86 MW.

Dari daya yang tersedia hingga saat ini setelah dikurangi dengan beban puncak, maka pihak PLN Area Kendari yang membawahi beberapa kabupaten di Sultra itu masih bisa surplus sekitar 10 MW sampai 20 MW. (ANT/HG)

Sumber: Google News | Warta 24 Buton Tengah

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »