Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Ini Sanksi Adat di Buton bagi yang Konsumsi dan Jual Miras

Posted by On 18.56

Ini Sanksi Adat di Buton bagi yang Konsumsi dan Jual Miras

BUTON, KOMPAS.com â€" Para tokoh adat di Desa Dongkala dan Desa Kondowa, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, sepakat bahwa kedua desa tersebut bebas dari peredaran miras. Jika ada yang melanggar, mereka akan dikenakan sanksi adat.

“Kami musyawarah pada pesta adat kemarin, mendukung aturan adat melarang konsumsi dan menjual miras,” kata Tetua adat Desa Dongkala dan Desa Kondowa, La Simu, Selasa (27/2/2018).

Bila ada yang melanggar, akan dikenakan sanksi adat berupa denda. Untuk penjual miras, dikenakan denda Rp 2 juta. Sedangkan yang kedapatan mengonsumsi miras dikenakan denda Rp 500.000 per orang.

“Kami sudah dapatkan ada empat orang yang melanggar dan sudah dikenakan membayar denda adat. Semua berjalan dengan lancar tanpa kendala,” ujarnya.

(Baca juga : Minum Miras Oplosan, Lima Warga Kendal Tewas dalam Sepekan )

Desa Dongkala dan Desa Kondowa merupakan desa pesisir pantai yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan.

Ketika hendak turun melaut, para nelayan di dua desa ini selalu mengonsumsi minuman keras sebagai penghangat badan selama melaut di malam hari.

Namun sebagian warga justru mengubahnya dengan mengonsumsi miras di tengah kampung. Mereka pun kerap melakukan tindakan kriminal sehingga meresahkan masyarakat.

Melihat keresahan warga, Bhabinkamtibmas dari Polres Buton, Bripka Husni Mbakai bersama Babinsa dari Kodim 1413 Buton, Pelda Rahman Usman, berupaya menghilangkan miras dari kedua desa tersebut.

“Banyak kasus tindakan pidana yang kami selesaikan di dua desa ini, semuanya karena dipengaruhi miras. Ide-ide itu muncul dari kami berdua. Kami berusaha membasmi miras ini bersama dua kepala desa ini,” ucap Husni Mbakai.

Ide membasmi miras tersebut kemudian diusulkan dalam pesta adat Desember 2017 dan disetujui masya rakat dan para tokoh adat yang hadir dalam pesta adat tersebut.

“Harapan kami ke depan, pemberantasan miras ini sampai seterusnya dan pemberantasan miras tidak pernah luntur,” ujar Pelda Rahman Usman.

(Baca juga : Kisah 3 Sahabat Minum Miras Saat Perpisahan Malah Berpisah Selamanya )

Kini kedua desa sudah mulai merasakan hidup tenang. Warga tak lagi mendengar teriakan warga karena pengaruh konsumsi miras.

Warga yang berprofesi sebagai nelayan, kini tetap turun melaut tanpa harus mengonsumsi miras.

“Sekarang keadaan di sini jauh berbeda dengan sebelumnya. Ada aturan adat larangan konsumsi miras. Sekarang kami sudah tenang, tanpa mendengar ada keributan tengah malam karena orang mabuk,” tutur seorang warga, Wa Ode Kulsum.

Kompas TV Miras menjadi sasaran operasi polisi untuk mengurangi angka kriminalitas.

Berita Terkait

Dua Ibu Rumah Tangga Selundupkan 37 Jeriken Miras

Produksi Ri buan Miras Ilegal, Seorang Ibu di Bandung Ditangkap

Usai Pesta Miras Oplosan, 2 Remaja Tewas, 1 Kritis

Saat Pesta Miras, Pemuda Ini Loncat ke Sungai Klawing dan Menghilang

Terkini Lainnya

Iseng Jajal Senapan Angin, Penjual Soto Ayam Tembak Seorang Wanita

Iseng Jajal Senapan Angin, Penjual Soto Ayam Tembak Seorang Wanita

Megapolitan 03/03/2018, 09:46 WIB Wacana Penghapusan Pidana Jika Pejabat Kembalikan Uang Korupsi, Antara Opini dan Mispersepsi

Wacana Penghapusan Pidana Jika Pejabat Kembalikan Uang Korupsi, Antara Opini dan Mispersepsi

Nasional 03/03/2018, 09:39 WIB Operasi Simpatik, Pelanggar Lalu Lintas di Nunukan akan 'Dihukum' Berdoa

Operasi Simpatik, Pelanggar Lalu Lintas di Nunukan akan "Dihukum" Berdoa

Regional 03/03/2018, 09:28 WIB TransJakarta Hadirkan Armada Bagi Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok

TransJakarta Hadirkan Armada Bagi Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok

Megapolitan 03/03/2018, 08:42 WIB Kisah TKI Ida 9 Tahun Hilang Komunikasi dengan Sang Ibu

Kisah TKI Ida 9 Tahun Hilang Komunikasi dengan Sang Ibu

Regional 03/03/2018, 08:42 WIB Petugas 'Manfaatkan' Teman Sekolah untuk Tangkap Tahanan yang Kabur

Petugas "Manfaatkan" Teman Sekolah untuk Tangkap Tahanan yang Kabur

Regional 03/03/2018, 08:28 WIB Bawaslu Dianggap Tak Punya Alasan Tolak Gugatan PBB

Bawaslu Dianggap Tak Punya Alasan Tolak Gugatan PBB

Nasional 03/03/2018, 07:45 WIB Jika Terpilih di Pileg 2019, PSI Wajibkan Calegnya Lapor Kinerja ke Medsos

Jika Terpilih di Pileg 2019, PSI Wajibkan Calegnya Lapor Kinerja ke Medsos

Nasional 03/03/2018, 07:25 WIB Polisi: Roro Fitria Tak Pernah Sampaikan Nama Artis Lain yang Terlibat Narkoba

Polisi: Roro Fitria Tak Pernah Sampaikan Nama Artis Lain yang Terlibat Narkoba

Megapolitan 03/03/2018, 07:05 WIB Viral, Video Pengantin Wanita Pingsan setelah Dipeluk Mantan Pacar

Viral, Video Pengantin Wanita Pingsan setelah Dipeluk Mantan Pacar

Regional 03/03/2018, 07:00 WIB Laporannya Belum Diusut Polisi, Fadli Zon 'Ngadu' ke Kapolri

Laporannya Belum Diusut Polisi, Fadli Zon "Ngadu" ke Kapolri

Nasional 03/03/2018, 06:57 WIB Ini Alasan Polri Ajukan Heru Winarko Sebagai Kepala BNN

Ini Alasan Polri Ajukan Heru Winarko Sebagai Kepala BNN

Nasional 03/03/2018, 06:25 WIB Jambret Pemotor di Depan Novanto Centre Kupang, Seorang Pelajar Dibekuk

Jambret Pemotor di Depan Novanto Centre Kupang, Seorang Pelajar Dibekuk

Regional 03/03/2018, 06:03 WIB Ini Hal-hal yang Dilarang dalam Berkendara Menurut Humas Polda Metro

Ini Hal-hal yang Dilarang dalam Berkendara Menurut Humas Polda Metro

Megapolitan 03/03/2018, 05:48 WIB Meski Diskorsing, Wendy Tetap Ingin Tampil di Asian Games

Meski Diskorsing, Wendy Tetap Ingin Tampil di Asian Games

Olahraga 03/03/2018, 00:01 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Buton

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »